
Juni mendatang, pembangunan gedung DPR yang biaya per ruangannya nyaris mencapai Rp 800 juta akan dimulai. Saking mahalnya, ruang kerja ini dinilai berkelas apartemen. Apakah pembangunan gedung baru yang mewah berbanding lurus dengan produktivitas anggota Dewan?
“Angka ini tinggi sekali. Apakah ini kemudian berkorelasi positif dengan produktivitas DPR? Saya rasa tidak. Di gedung yang sederhana pun, kalau memang ingin melayani rakyat, produktivitas akan tetap tinggi,” kata pengamat politik dari UGM, Arie Sudjito, dalam perbincangan, Minggu (27/3/2011).

