Suarane Wong Magetan !

 
posted by: admin
posted on: July 14th, 2010

Sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai, 1 Juni 1945 – Ir. Sukarno

Bung Karno

Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata: Ah saya belum berani kawin, tunggu dulu gajih F.500. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai sendok-garpu perak satu kaset, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin. Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu „meja-makan”, lantas satu zitje, lantas satu tempat tidur. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin. Sang klerk dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat-tidur: kawin. Sang Ndoro yang mempunyai rumah gedung, elektrische kookplaat, tempat tidur, uang bertimbun-timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig, belum tentu mana yang lebih bahagia, sang Ndoro dengan tempat tidurnya yang mentul-mentul, atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, saudara-saudara!
(Tepuk tangan, dan tertawa)

Baca Selengkapnya »»

posted by: admin
posted on: May 9th, 2010

anak smp Siang tadi ada kesempatan ngobrol sama bapak-bapak pengajar dari salah satu SLTP di Magetan, tidak tahu awal mulanya tapi yang otomatis jadi topik pembicaraan adalah tentang kelulusan siswa dan siswi sekolah menengah tingkat pertama alias SMP/SLTP dan yang sederajat. Betapa terkejutnya saya mendengarkan cerita beliau-beliau ini, ternyata ada disalah satu SLTP di kabupaten ini yang 99 pelajarnya TIDAK LULUS pada unas kemaren, dengan agak bercanda saya meyakinkan diri dengan bertanya “kalau jumlah pelajarnya 110 berarti yang LULUS hanya 11 pelajar dong pak?” dengan yakin juga, beliau menjawab “ya”.

Baca Selengkapnya »»

posted by: admin
posted on: March 16th, 2010

Layer di magetan

Magetan.Org, salah satu usaha bisnis yang sedang berkembang di magetan adalah usaha ayam petelur atau biasa disebut layer. Sekitar tahun 2000 an usaha ayam petelur ini mulai ada dilingkungan masyarakat menengah kebawah dengan populasi kepemilikan awal sekitar 500 ekor, pada saat itu dengan kondisi harga pakan yang relatif murah dan harga telur yang relatif mahal (baca: telur merupakan makanan yang istimewa/mahal) maka peternak ayam petelur/layer mudah mengembangkan usahanya.

Baca Selengkapnya »»